12 1 / 2012

infobdg

Persoalan mendasar dari kesalahan itu sebenarnya bukan dari tidak adanya hubungan nama dengan sejarah. Seperti juga motto “Bandung Berhiber”, “Bandung Atlas” atau Bandung Heurin ku Tangtung, dll. Tersirat muatan histori dan potensi sosio-ekonomi pada motto tersebut. Tetapi, kata sahibul sejarah, kesalahan nama yang kemudian menjadi motto Bandoeng Tempo Doeloe itu karena Walikota pada masa itu “koppig” alias bedegong, isin mundur karena gengsi. Karena ia tetap ingin mempertahankan semboyan “Ex Undis Sol”. Padahal, meskipun dari segi hubung-hubungan tadi boleh-boleh saja, tapi justru namanya yang ternyata salah seperti apa yang dikatakan oleh Meneer J.E. Jasper dalam sebuah artikel di koran Java Bode 1906-1931.