24 1 / 2012

Suswono: Gudang Bulog Harus Diisi Beras Petani Bukan Impor

Jakarta - Menteri Pertanian Suswono sangat optimistis jika Harga Pembelian Pemerintah (HPP) beras yang diusulkan naik tahun ini tidak akan membuat harga beras ditingkat konsumen ikut melambung. Kenaikan HPP juga akan menjadi ‘kunci’ agar Bulog tak beralasan untuk mengimpor beras lagi.

“Tidak dong, harga akan tetap, kami usulkan HPP naik pada dasarnya untuk melindungi petani saat panen raya tahun ini,” kata Suswono, dikantor Kementerian Pertanian, Selasa (24/1/2012).

Menurut Suswono, ada kekhawatiran khususnya dikalangan petani, pada saat panen raya harga beras ditingkat petani akan turun, pasalnya dianggap stok berlimpah.

“Maka itulah kami menyarankan agar HPP tahun ini naik. Tujuannya untuk melindungi petani, jadi jika pada saat panen raya turun, Bulog (Perum Bulog) tetap punya patokan pembelian di atas HPP,” ujarnya.

Menurut Suswono, langkah usulan menaikan harga HPP ini juga untuk mencegah Bulog untuk impor beras lagi. “Tahun kemarin katanya Bulog sulit membeli beras petani karena harga HPP lebih rendah dibandingkan harga pasar, alasan itulah buat Bulog harus impor, kalau HPP sudah dinaikan, gudang-gudang Bulog diharapkan diisi stok beras dari petani bukan beras impor,” imbuhnya.

Namun berapa besar usulan kenaikan HPP, Suswono enggan menyebutnya sekarang. “Nanti saja, besok pagi (Rabu), kita kan ada rapat dengan Menko (Menteri Koordinator Perekonomian), setelah rapat saya jelaskan berapa HPP naiknya,” tukas Suswono.

Sebelumnya, Wakil Menteri Pertanian, Rusman Heriawan mengungkapkan, Kementeriannya akan mengusulkan kenaikan HPP sekitar 27-28% dibandingkan harga HPP tahun 2009.

24 1 / 2012


The Silicon Valleys of the World
Although some may argue that there will never be another community that boasts the same entrepreneurial spirit and access to business opportunities as California’s Silicon Valley, there’s a growing recognition in the tech community that these “hot spots” are – in fact – popping up around the world.
According to John D. Sutter, writing for CNN:
“The fact that centers of tech innovation are emerging all over the globe – not just in that mountain-ringed, strip-mall-plagued valley near San Jose, California – is both encouraging and fascinating. Many of these emerging tech hubs are exporting technologies and ideas that could have impact all over the world, not just in their respective regions.”
In this infographic, we examine the world’s up-and-coming tech communities – from Germany to Mexico to Indonesia and more – and compare them on a number of different factors, including entrepreneurial mindset, access to capital and general strengths and weaknesses:

The Silicon Valleys of the World

Although some may argue that there will never be another community that boasts the same entrepreneurial spirit and access to business opportunities as California’s Silicon Valley, there’s a growing recognition in the tech community that these “hot spots” are – in fact – popping up around the world.

According to John D. Sutter, writing for CNN:

“The fact that centers of tech innovation are emerging all over the globe – not just in that mountain-ringed, strip-mall-plagued valley near San Jose, California – is both encouraging and fascinating. Many of these emerging tech hubs are exporting technologies and ideas that could have impact all over the world, not just in their respective regions.”

In this infographic, we examine the world’s up-and-coming tech communities – from Germany to Mexico to Indonesia and more – and compare them on a number of different factors, including entrepreneurial mindset, access to capital and general strengths and weaknesses:

24 1 / 2012

Tahun 2025, Setengah Penduduk Dunia Kekurangan Air

Medan, (Analisa). Jumlah penduduk yang semakin meningkat dan diperkirakan pada tahun 2025 meningkat menjadi 8,5 miliar akan berpengaruh terhadap ketersediaan air dan kondisi kesehatan manusia.
Mengingat saat ini sumber-sumber air yang ada juga sudah tercemar oleh aktifitas manusia khususnya berasal dari sektor industri, domestik, pertanian, perikanan dan lainnya. Belum lagi alih fungsi hutan dan penebangan hutan semakin besar dan tidak terkendali.

“Kondisi ini akan berdampak hampir setengah penduduk dunia akan menderita berbagai penyakit yang diakibatkan oleh kekurangan air atau akibat menggunakan air yang tercemar. Selain itu, satu dari empat orang di dunia akan kekurangan air minum, satu dari tiga orang penduduk dunia tidak akan mendapatkan sistem sanitasi lingkungan yang layak,” tegas Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Sumut Dr Ir Hidayati MSi pada Seminar sehari Peringatan Hari Air Dunia Tahun 2011 yang mengusung Tema Air Perkotaan dan Tantangannya di Hotel Madani, Selasa (18/10).

Untuk mengantisipasi terjadinya kondisi tersebut, maka perlu dilakukan pengelolaan sumber daya air yang terdiri dari pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air.

“Berdasarkan peraturan pemerintah No. 82 tahun 2001 tentang pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air, maka pengelolaan kualitas air dilakukan untuk menjamin kualitas air yang diinginkan sesuai peruntukannya agar tetap dalam kondisi alamiah,” jabar Hidayati.

Upaya pengelolaan kualitas air lanjut Hidayati, dilakukan pada sumber air yang terdapat di dalam hutan lindung, mata air yang terdapat di luar hutan lindung dan akuifer air dalam tanah.

Pengendalian

Pengendalian pencemaran air dilakukan untuk menjamin kualitas air agar sesuai dengan baku mutu air melalui upaya pencegahan dan penanggulangan pencemaran air serta pemulihan kualitas air.

Dan saat ini, upaya yang dilakukan BLH Sumut untuk menjaga kualitas air dengan menetapkan kebijakan penyediaan ruang terbuka hijau mencakup 30 persen luas wilayah (sungai, danau dan lainnya) melalui penyusunan tata ruang kabupaten dan provinsi, penanaman dan penghijauan di area bantaran sungai, antara lain sungai Deli, Sungai Padang serta hulu sungai. 

“Tidak kalah penting pendidikan lingkungan hidup dalam upaya peningkatan kesadaran masyarakat, dunia usaha dan pemerintah dalam pelestarian sumber daya air,” tegas Hidayati di hadapan peserta seminar sembari menyebutkan pengelolaan kualitas air penting dilakukan guna menjamin ketersediaan kuantitas air dan kualitas air yang layak bagi perkotaan.(mc)
http://www.analisadaily.com/news/read/2011/10/19/17782/tahun_2025_setengah_penduduk_dunia_kekurangan_air/

23 1 / 2012

cileat.indonesia!

cileat.indonesia!

12 1 / 2012

12 1 / 2012

12 1 / 2012

12 1 / 2012

infobdg

Ex Undis Solum” bukan “Ex Undis Sol”

12 1 / 2012

infobdg

Persoalan mendasar dari kesalahan itu sebenarnya bukan dari tidak adanya hubungan nama dengan sejarah. Seperti juga motto “Bandung Berhiber”, “Bandung Atlas” atau Bandung Heurin ku Tangtung, dll. Tersirat muatan histori dan potensi sosio-ekonomi pada motto tersebut. Tetapi, kata sahibul sejarah, kesalahan nama yang kemudian menjadi motto Bandoeng Tempo Doeloe itu karena Walikota pada masa itu “koppig” alias bedegong, isin mundur karena gengsi. Karena ia tetap ingin mempertahankan semboyan “Ex Undis Sol”. Padahal, meskipun dari segi hubung-hubungan tadi boleh-boleh saja, tapi justru namanya yang ternyata salah seperti apa yang dikatakan oleh Meneer J.E. Jasper dalam sebuah artikel di koran Java Bode 1906-1931.

12 1 / 2012

infobdg

Motto ini merupakan terjemahan dari bahasa Belanda Uit de Golven de Zon yang berarti “Matahari Muncul di atas Gelombang”.